Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten berhasil mencapai target luas tambah tanam (LTT) untuk April 2021, seluas 19.438 ha. Melihat ini Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi optimis target LTT Mei seluas 9.143 ha bisa pula terpenuhi.

“Seperti sebelum-sebelumnya, Pandeglang selalu mencapai target, bahkan ada yang melampaui. Jikapun tak tercapai, kekurangan terpenuhi pada bulan berikutnya,” ungkapnya, Senin (3/5).

Baca juga : Bupati Apresiasi Akun Medsos OPD Distan Pandeglang Sebagai Peringkat Terbaik

Dikutif dari tabloidsinartani.com, Budi mengakui, fenomena La Nina yang berlangsung hingga Mei selain memiliki sisi ancaman, ternyata juga punya peluang positif yang dapat dimanfaatkan. Dibeberapa wilayah masih turun hujan. Wilayah Pandeglang Utara rata- rata mulai menanam di bulan Mei. 

“Potensi dominan di  Pandeglang Utara terdapat 11 kecamatan yakni  Cadasari, Koroncong, Karangtanjung, Pandeglang, Banjar, Majasari, Cimanuk, Kaduhejo, Mandalawangi, Cipeucang, Mekarjaya, 9.000an ha,” lanjutnya.

Mengenai adanya potensi kekeringan, Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang sudah mengidentifikasi wilayah – wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Potensi tersebut ada di wilayah tengah dan selatan Pandeglang.  Sebagai antisipasi, Budi mengaku pihaknya telah menyiapkan strategi dan antisipasi.

Diantaranya dengan mensosialisasikan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) kepada petani, memilih varietas tahan terhadap kekeringan yakni Inpari 42 dan pompanisasi untuk daerah yang mempunyai sumber air. “Untuk perlindungan terhadap kemungkinan gagal tanam atau gagal panen, sosialisasi AUTP kepada petani, secara terus menerus baik langsung atau melalui berbagai media.  Dari target 2.000 ha sampai  hari ini  sudah 75 persen petani yang ikut,” katanya.

Berita terkait : LTT April Tercapai, Pandeglang Optimis Mei Terpenuhi

Sementara Iping Saripin, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang  menambahkan, pada minggu ini wilayah Pandeglang Selatan sudah  mulai kekeringan, sehingga pihaknya  harus siap-siap dengan pompanisasi. Adapun luas potensi kekeringan pernah terjadi sampai luas 12.000 ha, rata-rata umur tanaman 45 hst  tetapi sejauh ini masih cukup aman dari kekeringan.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menyediakan pangan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Dalam memperkuat ketersediaan pangan khususnya beras, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta daerah agar tidak membiarkan lahan menganggur dan harus tertanami semua.

“Kementan berkomitmen penuh dalam meningkatkan produksi beras dengan disertai langkah kongkret yakni pemberian bantuan benih, alat mesin pertanian, KUR, asuransi pertanian hingga pendampingan yang massif,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, salah satu indikator mewujudkan swasembada pangan melalui peningkatan LTT. Sejumlah masalah dalam upaya mencapai LTT harus dipecahkan termasuk persoalan air. 

Untuk mencapai swasembada berkelanjutan kata Dedi perlu dukungan semua pihak baik pemerintah, penyuluh maupun petani. “Penyuluh harus banyak memberikan pendampingan bagi petani dalam meningkatkan produksi baik produktivitas maupun indeks pertanaman,” kata Dedi Nursyamsi. (Admindistan)***

Sorotan Media : Capai Target LTT April, Pandeglang Optimis Target Mei terpenuhi

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *