Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, H. Budi S Januardi didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Iping Saripin, SP. beserta sejumlah staf, juga dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Management Kementerian Pertanian(PPMKP) dari Bogor, Yusril Tahir, melakukan monitoring kegiatan panen raya padi di Kecamatan Sobang dan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten, Rabu (03/03/2021).

Kepala Dinas Pertanian, Budi S Januardi kepada wartawan teropongistana.id mengatakan , hampir secara menyeluruh di wilayah pertanian yang ada di Kabupaten Pandeglang, saat ini sedang melaksanakan panen raya, diperkirakan pada Maret ini, Wilayah Pandeglang bisa memproduksi sekitar (lebih kurang-red) 117.000 ton gabah pada panen kali ini.

Dimana Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu sentra produksi padi di Provinsi Banten dengan luas areal persawahan sebesar 54.540 ha terdiri dari sawah irigasi seluas 22.491 ha dan sawah tadah hujan seluas 32.049 ha.

Pada kesempatan itu , rombongan Kadistan Pandeglang sempat beraudensi dengan beberapa petani di Wilayah Kecamatan Sobang dan Panimbang.

“Diperkirakan pada panen raya kali ini, Pandeglang bisa mencapai 117.000 an ton gabah /padi. Berdasarkan ketetapan yang telah diatur Permendag No 7 Tahun 2020 tentang penetapan harga gabah kering yang berkualitas dengan kadar air hanya 25 persen, maka harganya Rp.4.200 per kilogramnya,” ujar Budi S Januardi.

Dia juga berharap selain BUMD milik Pemkab Pandeglang, juga Bulog dan BUMD Pemerintah Propinsi Banten yang dalam hal ini adalah Banten Agro Mandiri, dapat berkiprah , untuk menyerap gabah hasil panen para petani di Pandeglang. “Sehingga dapat membantu para petani” terangnya.

Kepala PPMKP Bogor , Yusril Tohir, yang diberi kewenangan melakukan pembimaan para petani yang ada di Wilayah Kota Cilegon dan Kabupaten Pandeglang.  Sejak 2020 hingga kini pihaknya terus melakukan pembinaan di kedua wilayah tersebut terhadap para petani.

Bahkan pihaknya, selain melakukan pembinaan dan penyuluhan , juga telah melengkapi para petani dengan berbagai ilmu pengetahuan terkait IT (informasi teknologie), juga kelengkapan alat lainnya seperti drone hingga Teknologie AGriculture Room yang ditaruh di setiap rumah para Ketua Keluarga dan Kelompok Tani, sehingga segala permasalahan terkait dengan pertanian di wilayah itu, bisa langsung terakses ke Kementerian Pertanian RI.

“Selain itu kami bersama stake holder yang terkait, seperti dengan Dinas Pertanian, BUMD, maupun BUMN bisa sesegera mungkin mencarikan solusinya, atas segala seluk beluk permasalahan di wilayah yang dimonitoringnya,” katanya.

“Saat ini hampir semua Gapoktan telah memiliki alat-alat yang kami sebutkan tadi, dan jika ada permasalahan apa pun terkait beberapa kendala di lapangan, bisa langsung dilaporkan ke Pemerintah Pusat, yang dalam hal ini adalah Kementerian Pertanian,”paparnya.


Sementara menurut Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Panimbang, Kaisan, mengatakan, pada saat panen raya seperti ini, harga gabah bisa dikisaran Rp.3.500 hingga Rp.3.800 per kg. dan agar bisa harganya menjadi Rp.4.200 per kg, sesuai dengan yang telah ditetapkan Peraturan Pemerintah atau Kepmendag RI, maka kualitas gabah para petani harus dalam keadaan kering dengan kadar airnya 25 persen.

“Setiap per hektare nya, di wilayah Kecamatan Panimbang dan Sobang adalah bisa memproduksi rata-rata sebanyak 6 ton, kita berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang maupun Propinsi Banten, juga BUMD dan BUMN nya bisa memback-up sesuai dengan apa yang menjadi harapan kami. Dan semoga harga gabah disini tidak menjadi anjlok,” pintanya.*** (asepwe)

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *